07 June, 2016

Dear Soft Baked Chocolate Chip Cookie, I Love You

Teruntuk kamu,
Yang sudah memberiku ide untuk menulis lagi
It may sounds cheesy -- and I'm not used to it -- but I'll let you know something that you probably wanna know.

Saya, saya bukan orang yang mudah menjalin komitmen dengan orang lain.
Saya membutuhkan proses yang panjang untuk benar-benar mau membuka diri kepada orang lain.
Termasuk juga dengan kamu.
Kamu mungkin bertanya "amongst all the thousands men, why me?"
mungkin saya akan menjawab dengan petikan dialog dari film The Princess Diaries, "Because you saw me when I was invisible..."

Sebelumnya tidak pernah terpikirkan kalau saya akan "melirik" kamu.
Bagaimana bisa saya jatuh hati dengan seseorang yang tidak jarang menjadi objek lelucon saya dan teman-teman saya.
Bagaimana bisa saya mulai menyayangi seseorang yang sulit dimengerti pola pikir dan gaya bahasanya. Bahkan gaya rambutnya. Hahaha.

Tapi hei,
Saya selalu kagum dengan sepatumu yang tidak pernah "absen" nangkring di depan mushola ketika waktu shalat tiba.
Saya selalu senang menertawakan lelucon yang kamu sampaikan (sekalipun itu tidak lucu).
Saya selalu tidak masalah dengan kamu yang tidak sungkan-sungkan bernyanyi asal di depan umum.
Saya selalu suka ketika rambut absurd mu dikuncir bulat ke atas. Tetap berantakan, tapi lucu. Entah dari segi apa.

Hei kamu,
Kamu berhasil membuat 'Si Skeptis Bella' mau terang-terangan bertingkah konyol dan mencurahkan isi hatinya kepada kamu. Bahkan sampai menulis sesuatu untukmu.

Saya tidak tahu "kita" akan bagaimana kedepannya. Tapi saya sudah jatuh cinta dengan semua kesederhanaan "kita" dari awal. Tanpa basa-basi dan penuh dengan kekonyolan.
Sepertinya memperjuangkan "kita" ke depannya -- bersama-sama -- akan menjadi suatu perjalanan yang menyenangkan.

Tu pardalanan na balgaan, sauduran.
Mugi-mugi langgeng dan lancer.
Untuk kita yang tertawa bersama,
Gendut bersama,
dan Dewasa bersama.

Sampai jadi debu.

((judul diambil dari lagu Adhitia Sofyan))
:))

No comments:

Post a Comment