15 February, 2016

Teman Kecilku

So, today I met up with my old friends from elementary school, Ibnu&Gultom.
Harusnya ada Alvin juga tapi Alvin ketiduran nungguin hujan di Bojongsoang reda hahaha. Jadilah kita ketemuan di Mall PVJ (setelah awalnya mau nongski di Ngopdoel DU, mau ke Lembang, mau ke Warung Pojok). And yes, after me and Ibnu not seeing each other for 6 years, me and Gultom not seeing each other for 2 years, so many things has changeeeddd between each of us! Teman-temanku yang dulu masih cebol-cebol, kucel, lasak dan menyebalkan itu is now an-almost-grown up-man and has a good looking face! *Despite the fact that still can't get rid of that "Melayu-Minangish" dialect :))

Trus kita nonton Deadpool, shalat, dan makan di KFC (KFC is such a lyf savior for anak kosan yg pengen hedon wkwk).
Disitu kita ngobrol banyak, mulai dari nostalgia masa-masa SD di mana saya dulu cengeng banget, diganggu dikit langsung ngadu ke Mama dan Mamanya sering banget dateng ke sekolah buat toyor mereka yang gangguin saya hahahah. Trus kebiasaan anak cowo yang waktu jam istirahat main Cakbur (lupa apa gitu panjangannya), main polisi-penjahat, main kasti. Dan cerita kalo sekarang Mamanya Ibnu udah jadi kepala sekolah SD kita, wali kelas favorit saya Bu Robay baru saja pensiun, dan beberapa guru favorit saya lainnya masih tetap mengajar di situ. Saya tamatan 2009. Sudah hampir 7 tahun. Ya ampun sudah lewat 7 tahun.....

Saya masih inget dulu Gultom itu terpinter di kelas, anaknya kecil-kecil cabe rawit. Terbukti dia masuk SMP favorit (akselerasi bruh!) dan SMA favorit di Pekanbaru, dan sekarang kuliah di SITH ITB. Bukan main ini anak, bahkan Mama dan Papa saya dari dulu selalu yakin kalau anak ini bakalan sukses sampe gedenya. Kebukti. :')
Dan saya juga masih inget dulu Ibnu itu rada males belajar, padahal doi anak guru wkwkwk. Sering diingetin sama guru lain biar ga males, kasian Mamanya. Tapi dia suka pelajaran IPA dulu, trus kita masuk ke SMP yang sama cuma beda kelas. Makin gede ini anak makin keliatan cakep dan tetep putih sampe sekarang. Sekarang dia kuliah di Manajemen Bisnis Universitas Pasundan.

Kita ngobrol ngalur-ngidul selama beberapa jam, obrolan yang awalnya dimulai dari nostalgia masa-masa SD berlanjut ke omongan berat soal tujuan hidup dan bahkan pandangan kami tentang politik di Indonesia. Saya dengan senang hati lebih banyak mendengarkan alur percakapan kami. Bayangkan, 7 tahun lalu kami hanya anak-anak ingusan yang kalo pulang sekolah bajunya bau apek gara-gara keringetan main lari-larian, 7 tahun mendatangnya kami sudah ber-title 'Maha'siswa. Bukan lagi bocah bau apek yang ngomongin soal permainan seru baru, tapi obrolan kami sudah mengenai "Insya Allah aku pas lulus bakalan balik ke asal gue, sekalian bikin riset", "Gue pengen buka franchise nih. Usaha makanan itu menjamin banget, apalagi sekarang yg anti mainstream gitu", "Gue pengen kerja di perusahaan multinasional, pengen keliling dunia trus pensiun di Switzerland. Mantap."
...........
Kalau saya bongkar kembali memori saya menuju 7 tahun lalu, bayangan saya atau kami soal "masa depan" bukanlah seperti apa yang sudah kami bicarakan malam ini. "Masa depan" yang kami pikirkan waktu itu lebih santai, cuma seperti "Mau masuk smp ini nih", cuma se-simple itu.

Saya setuju dengan ungkapan "Waktu akan mengubah diri seseorang". Buktinya kami berubah. Kami tidak lagi (selalu) bermain-main dengan pikiran kami.
Saya bukan lagi anak perempuan manja yang selalu ngadu ke Mamanya kalo digangguin orang. Saya sudah lebih bisa mengatasi permasalahan saya sendiri tanpa harus melibatkan orangtua.
Teman saya Ibnu bukan lagi anak pemalas seperti yang dicap oleh guru-guru waktu SD. Dia sekarang aktif berorganisasi dan sudah mulai memikirkan step apa yang harus ia ambil untuk hidup yang ia inginkan.
Dan teman saya Gultom, he's still that genius kiddo that every parents will adore. Tapi dia semakin bijak, dan semakin luar biasa cemerlang pemikirannya.

Malam ini 'meter' kebahagiaan saya meningkat. Teman masa kecil saya sebagian besar tumbuh menjadi orang yang luar biasa, dengan cara tersendiri tentunya. Dan fyi, sebagian teman sekelas saya di SD dulu (kelas A) sekarang banyak yang menempuh pendidikan di Univesitas yang luar biasa keren. ITB, Unpad, Unpas, Telkom University, STIS, STTD, Binus, dll. Mengetahui teman-teman kecil saya dulu telah "tumbuh dengan baik", entah kenapa jadi suatu rasa bahagia yang amat teramat sangat......sangat membahagiakan! :')
Mungkin untuk berkumpul kembali dengan mereka yang lainnya sekarang lumayan sulit karena perbedaan daerah tempat tinggal, semoga suatu saat saya dan teman-teman saya bisa reuni full team!

Atau baru ketemu lagi dinikahan salah satu dari kami, mungkin? :p





Jatinangor, tengah malam 15 Februari 2016.


No comments:

Post a Comment